This is default featured slide 5 title
 

Mengenal Bahan Fleece dan Lacos

Fleece (dibaca flis) adalah jenis bahan yang biasana digunakan untuk membuat jumper, sweater dan hoodie. Fleece yang biasa saya temui di pasaran (Purwokerto dan sekitarnya) adalah fleece jenis bukan katun yaitu fleece PE (Polyester) dan CVC. Supaya sobat Kasuba tidak bingung dengan istilah fleece sekarang kita jelaskan dulu apa itu definisi dari istilah-istilah bahan yang telah disebut. Fleece adalah nama/jenis bahan

sedangkan Katun, CVC dan PE adalah jenis dari bahan baku fleece tersebut.

Sobat Kasuba, Dari segi harga fleece katun adalah yang paling mahal tapi menurut saya kalau dibandingkan PE dan CVC, fleece katun memiliki  banyak kekurangannya. Ini adalah kekurangan fleece katu

1. Setelah sering dicuci, kena air hujan dan panas warna fleece katun mudah sekali pudar
2. Saat diraba dengan tangan (handfeel) terasa lebih kasar
3. Fleece katun lama kelaman bulu dibagian dalam akan mengumpal seperti gembel. Berbeda denga PE dan CVC yang akan tetap teruarai.

Postingan ini penting untuk diperhatikan supaya kita tahu ketika anda akan memesan jumper dan hoodie, anda sudah tahu dan memantapkan pilihan fleece apa yang akan anda tentukan

Yang kedua adalah bahan lakos. Nama lakos itu sendiri sebetulnya berasal dari nama sebuah merek T-Shirt yaitu merk Lacoste. Bahan jenis lakos biasanya untuk kaos jenis polo shirt atau kaos berkrah. Lakos juga terdiri dari bahan dasar katun, PE, CVC dan Pique. Bahan lakos katun juga sama memiliki kekurangan yaitu bahan akan susut setelah dicuci dan akan membuat bentuk kaos menjadi aneh. Dan untuk bahan lakos, lakos pique lah yang paling bagus.

Mungkin persepsi kita selama ini bahwa bahan kaos katun adalah jenis bahan yang paling berkualitas. Hal itu betul kalau untuk bahan kaos bahwa bahan katun adalah bahan yang terbaik tapi lain lagi untuk bahan fleece. Hal ini juga sebagai bahan edukasi untuk konsumen supaya pada saat konsumen mau memesan pakaian ia telah tau spesifikasi bahan dan kualitas sehingga tidak ada salah persepsi dan penyesalan. Semoga bermanfaat.

Komentar Dengan Akun Facebook

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *