This is default featured slide 5 title
 

Sabar Dalam Berbisnis

Dulu saya adalah seorang yang gaptek dan kuper, disaat orang mengenal internet jauh-jauh hari tetapi saya baru mengenal internet tahun 2008 di pulau Batam dan itupun hanya lewat sebuah Handphone Java. Berawal dari mengenal aplikasi chating diponsel seperti Mig33, Morange Nimbuzz dll lalu mengenal blog dan dari situ saya sempat “tergila-gila” dengan blog sehingga masa itu saya selalu menghabiskan waktu sisa kerja dengan belajar blogging mulai dari mengenal blog gratisan dan seiring waktu akhirnya saya mengenal blog dengan hosting dan domain sendiri.

Singkat cerita, saya sempat terobsesi dan berambisi dengan bisnis online sehingga timbul cita-cita untuk menjadi internet marketer, kala itu yang ada dibenak saya “sepertina hanya disini kesempatan emas saya”. Lalu saya coba mencari peruntungan dari affiliate marketing, kalau bahasa sederhananya kita memasarkan produk orang lain lalu kita dibayar atau dapat komosi sekian persen dari setiap produk yang kita jual. Awal mengikuti bisnis affiliasi adalah di Amazon, Anda mungkin tidak asing lagi dengan situs tersebut, sebuah situs mancanegara tempat belanja online yang barangnya tersedia dengan beragam kategori. Awalnya saya sempat semangat, bagaimana tidak ? Saya yang awam dan tidak mampu berbahasa Inggris, saat awal-awal bisa memperoleh penghasilan hingga US$ 7 per hari dari salah satu blog saya yang diperuntukkan khusus  memasarkan barang dari Amazon sehingga terkumpul dolar sampai $300, sebuah hasil yang cukup  besar bagi pemula. Tapi sayang, uang belum sempat saya nikmati, cek belum sempat dikirim akun saya telah ter-banned tanpa saya tahu apa penyebabnya.

Lalu saya mencoba juga dengan mencari peruntungan di Adsense, dan Bisnis HYIP. Khusus untuk HYIP (bisnis investasi) saya terjun ke bisnis tersebut karena ajakan dari salah seorang sahabat lama waktu di Batam. Sempat merasakan hasil dari bisnis HYIP tapi hati kecil saya kurang sreg dengan bisnis tersebut, hati saya selalu bertanya-tanya dengan kehalalan bisnis tersebut, selain itu juga sangat rawan dengan scam.

Saya memang terlalu terobsesi dengan cita-cita menjadi Internet marketer tetapi ada yang terlupakan, saya memiliki sebuah ketrampilan yang juga sebagai mata pencaharian yang saya geluti belasan tahun yaitu dunia jahit. Saya pun merenung dan akhirnya pada tanggal 23 Oktober 2013 memutuskan untuk membuka usaha konveksi kaos dengan merk usaha Kasuba, nama kasuba ini sebuah singkatan dari “Karya Sunda Banyumas“. Walaupun namanya seperti bahasa Jepang tetapi saya tidak bermaksud kejepang-jepangan karena Kasuba lahir dari latar belakang saya tadi yang aseli suku Sunda tetapi sekarang sudah menjadi warga Banyumas. Dengan berbekal modal 10 juta untuk membeli seperangkat mesin kaos dan niat lillah, mencari rezeki halal yang diridhoi Allah azza wa jalla. Awal membuka usaha, berjalan tiga bulan ternyata orderan tak kunjung datang dan saya hanga menggarap kerjaan dari salah seorang teman yang buka usaha konveksi juga. Diawal, seringkali orderan sudah didepan mata tetapi selalu gagal karena orangnya membatalkan sebelum sempat memberi tanda jadi dan hal itu saya alami berkali-kali bahkan seringkali. tetapi saya tidak patah semangat bahkan yang timbul dalam pikiran saya adalah “ya Allah….mungkin ini akibat dari dosa-dosa maksiat yang saya lakukan”. Saya juga teringat nasihat  seorang teman, membuka sebuah usaha itu harus sabar maka kamu akan berjaya.

Kesabaran akhirnya membuahkan hasil, pesana mulai berdatangan bahkan sebagian datang dari luar kota dan luar pulau, ada yang dari Batam, Aceh, Makasar, Kalimantan Jakarta dan kota-kota tetangga. Saat ini kasuba malahan tidak berani banyak promosi karena SDM yang tidak mencukupi untuk menggarap job, tetapi selalu ada saja konsumen yang menghubungi baik lewat SMS, BBM maupun lewat inbox di Facebook. Alhamdulillah, saya sudah mulai dipercaya tinggal sekarang saya harus berusaha menjaga kepercayaan dari para konsumen. Kasuba memang masih kecil dan seumur jagung yang bercita-cita menjadi besar. Kalau dulu cita-ciata saya menjadi Internet Marketer dan sepertinya sekarang sudah kesampaian bahkan produk yang saya pasarkan bukan milik orrang lain lagi tapi produk milik sendiri walaupun barang yang saya pasarkan masih berskala kecil. Kini omset Kasuba memang belum besar tetapi penghasilan saya lebih besar jika dibandingkan waktu dahulu bekerja dengan orang lain. Harapan terakhir, Ya Allah….tunjukkan kami selalu jalan rizki yang halal dan barokah, dan jangan sampai kami lupa, bahwa rizki yang kami peroleh disitu sebagian ada hak orang lain.

Komentar Dengan Akun Facebook

komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *